SHARE
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.

Bali, GEO ENERGI – Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Swedia untuk mengembangkan energi terbarukan. Penjajakan kerja sama dilakukan dalam sebuah diskusi yang diwakili oleh duta besar dan pebisnis kedua negara di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/5).

“Mereka (Swedia) tidak memiliki sumber daya fosil dan cadangan minyak dan gas. Tetapi dengan kemampuan inovasi teknologi, mereka bisa menyediakan listrik lebih dari separuh milik Indonesia,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.

Dikatakan Sudirman, kerja sama kedua negara sangat potensial, mengingat kedua negara memiliki potensi dari segi sumber daya alam dan teknologi. “Swedia mampu menghasilkan hampir 35 ribu megawatt listrik, atau lebih dari separuh kemampuan Indonesia yakni sekitar 53 ribu megawatt,” kata Sudirman.

Sejauh ini, menurut dia Swedia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan energi terbarukan, dan Indonesia bakal belejar kepada Swedia. “Mereka memiliki pengalaman dalam energi terbarukan. Kami belajar dari mereka. Ini yang mau disepakati.”

Dalam pertemuan yang digelar selama dua hari itu, dibahas potensi-potensi kerja sama yang bisa dilakukan oleh kedua negara, tertutama melalui skema pemerintah dan pemerintah dan bisnis dan bisnis.

Pantauan GEO ENERGI, dalam diskusi tersebut hadir Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Dewa Made Sastrawan dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog. Tampak hadir para Anggota Dewan Energi Nasional dan sejumlah perwakilan bisnis dari kedua negara.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here