SHARE
Kantor Pusat SKK Migas (ilustrasi)

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas (kini SKK Migas), Djoko Harsono (DH) diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Djoko diperiksa terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penjualan kondensat pada 2009-2010.

“Kami sedang memeriksa DH, dan dia sudah menjadi tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjuntak di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/5).

Pemeriksaan DH terkait prosedur penunjukkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Informasi yang dihimpun, Djoko diketahui merupakan orang yang meneken kerja sama atas penunjukkan langsung tersebut. “Kami dalami alasan keterlambatan pembayaran PT TPPI kepada negara,” papar Victor.

Dalam kasus ini, Polri sudah memeriksa hampir 30 saksi, baik dari SKK Migas, PT TPPI, Kementerian ESDM, hingga Kementerian Keuangan. Mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita H Legowo juga sudah dimintai keterangan, kemarin.

Polri telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, mereka adalah mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono (DH), mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono (RP), termasuk pendiri TPPI Honggo Wendratmo (HW). Akibat perbuatan mereka, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp2 triliun.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here