SHARE
‎Foto: Ilustrasi/Reyzha Keroro

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Basri menyampaikan pernyataan keras terkait kecurangan PT Pertamina (Persero) yang memanfaatkan sisa gas LPG 3 kilogram untuk memperoleh keuntungan.

“Setiap pengisian ulang gas 3 kg, Pertamina tidak mengisinya secara penuh. Itu terbukti dari tarif feeling fee untuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), yang hanya sekitar Rp300. Kendati biaya operasional selalu naik, tapi SPBE tidak meminta kenaikan feeling fee,” kata Faisal, Selasa (26/5).

Pernyataa Faisal tak ragu lagi membuat masyarakat resah, karena merasa dibohongi oleh Pertamina. Salah satunya Aini (35), perempuan yang sehari-hari berdagang gorengan di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Ia mengaku kecewa atas kecurangan yang dilakukan Pertamina.

“Saya lihat di televisi semalam, kecewa sekali. Udah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik-turun. Sekarang ditambah lagi, curang sama masyarakat kecil. Susah jadi masyarakat kecil,” ungkapnya kepada GEO ENERGI di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Aini mengibaratkan sikap Pertamina seperti drakula yang menghisap darah masyarakat untuk kebutuhan pribadi. “Udah kayak hantu drakula mas. Kayak di film-film. Darahnya diisap, dan habis itu mati. Tapi ini bukan darah diisap, tapi uang rakyat miskin yang diambil dengan curang. Kan cari uang susah mas,” jelasnya.

Senada dengan Aini, Wati mengaku kerap mendapat gas elpiji yang volumenya todak sesuai dengan penggunaannya. Ibu rumah tangga di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, ini mengaku ada yang aneh dengan gas 3 kg. “Kadang saya beli gas bisa tahan 7-8 hari, tapi kadang habisnya bisa 5 hari. Padahal, saya makainya sama aja, cuma masak siang dan malam aja,” kata Wati di Jakarta.

Mereka meminta pemerintah tegas dalam kasus pemanfaatan sisa gas guna memperoleh keuntungan. “Rugi kali kami, berharap pemerintah jangan kayak gini sama masyarakat kecil. Kasihani kami. Tindak tegas oknum-oknum yang bermain,” tegas Wati.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here