SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri dinilai sembrono menyebut mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa ada di balik larangan ekspor bauksit. Hatta bahkan dituding menjadi biang kekeacauan industri bauksit nasional.

Faisal dianggap tidak memahami pelaksanan penghentian penjualan bahan baku aluminium itu ke luar negeri. “Larangan itu pelaksanaan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009,” kata pengamat masalah energi, Agus Budiman kepada Geoenergi, Selasa (26/5).

Selain melalui beleid di atas, menurut dia pemerintah sudah berbaik hati, karena menyediakan waktu hingga lima tahun kepada perusahaan pertambangan bauksit untuk membuat smelter. Kendati demikian, perusahaan-perusahaan tersebut tak mengindahkan aturan yang dibuat oleh pemerintah.

Kasus larangan ekspor bauksit mulai mengemuka setelah Hatta Rajasa mengklarifikasi tudingan Faisal melalui akun twitter-nya, @hattarajasa. Hatta menjelaskan, bahwa yang ia lakukan adalah amanat undang-undang. Ia menampik karena dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah saat itu.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here