SHARE
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan koordinasi terkait kasus beras plastik di Kabupaten Bekasi, Jumat (22/5)

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Perdagangan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Badan POM, Bea Cukai, Bareskrim dan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama melakukan pengawasan, khususnya beredarnya beras plastik di Bekasi.

“Kami akan saling berkoordinasi mengawasi produk-produk yang beredar di pasaran untuk menghindari komoditas pangan yang merugikan masyarakat, merugikan ekonomi petani dan pedagang serta berpotensi meresahkan masyarakat Indonesia,” jelas Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Kantor Kemendag, Jakarta (22/5).

Koordinasi dilakukan untuk memberi sanksi tegas sesuai kewenangan Kemendag. Rachmat meminta penyidik Bareskrim Polri untuk mengusut beras plastik yang ditemukan di Bekasi pekan ini, dari hulu hingga hilir. Sehingga, dapat diketahui motif penyebaran beras plastik tersebut, apakah murni untuk mendapat untung atau malah berniat merugikan pemerintah.

Hingga kini, proses penyidikan masih dalam tahap uji laboraturium yang sampelnya didapatkan dari Bareskrim. Dengan tetap menghormati hasil uji laboraturium Pemerintahan Bekasi, Kemendag tetap menunggu hasil uji laboraturium yang dilakukan Bareskrim.

Hal ini dilakukan untuk melakukan penyelidikan menurut prosedur yang berlaku. Jika sudah keluar hasilnya, Kemendag baru dapat mengklaim siapa dalang beras plastik ini. Ia memastikan, oknum pelaku penyebaran beras plastik bakal menerima pidana kurungan lebih dari 5 tahun.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here