SHARE
Pengamat ekonomi politik Asoasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng

JAKARTA, GEO ENERGI – Pengamat ekonomi politik Asoasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mendesak pemerintah membuktikan tudingan adanya mafia migas dalam PT Pertamina Trading Energy Limited (Petral). Tuduhan adanya mafia di Petral, menurut dia dikatakan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri.

“Isu adanya mafia migas di Petral kembali menjadi sasaran tembak. Lebih dahsyat lagi tuduhan sebagai otak mafia secara tidak langsung diarahkan kepada Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Luar biasa!,” ujar Salamuddin, melalui pesan tertulis kepada Geoenergi, Jumat (22/5/2015).

Dikatakan Salamudin, pemerintah Jokowi harus membuktikan tudingan tersebut. Selain itu, harus juga dibuktikan tuduhan bahwa SBY adalah otak yang melindungi mafia migas. Jika dua hal itu tak bisa dibuktikan, maka kredibilitas pemerintahan Jokowi bakal jatuh.

Ia menambahkan, lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan harus aktif bergerak menyelusuri tudingan tersebut. Tuduhan itu juga harus disertai dengan memeriksa SBY sebagai tertuduh.

“Jika lembaga hukum di bawah pemerintahan Jokowi gagal, maka pemerintahan ini hanya akan dianggap masyarakat sebagai tukang memperkeruh suasana dan doyan menciptakan kekacauan politik,” ungkapnya.

Jika tudingan itu tidak dibuktikan, Salamuddin menganggap pemerintahan Jokowi senang memancing di air keruh, dan di dalam keruhnya air tersebut, justru mafia baru di sekitar penguasa bermunculan menggarong minyak.

“Jika tidak dapat dibuktikan, maka Sudirman Said dan Faisal Basri harus diperiksa aparat hukum, karena keduanya telah membubarkan Petral. Setiap hari mengobok-obok Pertamina dan menjadikan isu ini sabagai taktik untuk mengganti importir dari mafia lama ke mafia baru, yang diduga memiliki kedekatan dengan penguasa,” pungkasnya.(RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here