SHARE
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak

Jakarta, GEO ENERGI – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri memberikan sinyal bakal mengusut kasus dugaan tindak pidana di PT Pertamina Energi Trading Ltd (Petral), yang telah dibubarkan pemerintah. Anak perusahaan PT Pertamina itu sejauh ini dituding menjadi sarang mafia migas.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak menyatakan, pihaknya memang tertarik mengusut kasus itu. Kendati demikian, pengusutan kasus tersebut akan dilakukan setelah ada laporan kepada pihaknya. “Setiap korupsi kita tertarik menangani kalau ada yang melaporkan,” kata Victor di Mabes Polri, Jumat (22/5).

Victor menjelaskan, dalam rangka mendalami kasus Petral, Bareskrim (21/5) telah meminta pendapat dari Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri. Tapi ia menegaskan bahwa kedatangan Faisal bukan untuk melaporkan dugaan korupsi di Petral.

Kedatangan Faisal, menurut dia atas inisiatif pribadi untuk berkoordinasi dan bukan melapor. “Saya tidak mengundang. Hanya beliau mungkin percaya pada Polri, datang kepada kami untuk koordinasi dan bicara, bukan lapor. Itu inisiatifnya sendiri,” beber dia.

Terkait persoalan Petral, Victor menyatakan Bareskrim membutuhkan informasi mendalam tentang perusahaan yang berkedudukan di Singapura tersebut. Sehingga, nantinya ada pengetahuan bagi penyidik tentang masalah di Petral. “Saya baca di laporannya beliau sebutkan Petral direkomendasikan audit investigasi, bahkan audit forensik.”(RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here