SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) menggandeng Tahir Foundation dalam pelatihaan calon Tenaga Kerja Wanita (TKW). Nota kesepahaman diteken hari ini, Kamis (21/5) di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

“Proyek ini diawali dengan pemikiran bahwa TKW sudah sepatutnya diberi pendidikan dasar agar mampu kompeten dan memiliki kemampuan untuk bertahan saat bekerja sebagai tenaga kerja di luar maupun di dalam negeri,” kata pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Prof. Dr. Tahir dalam sambutannya.

TKW Indonesia yang bekerja di luar negeri sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dengan status sebagai pembantu rumah tangga, mereka tidak memiliki posisi tawar, sehingga tak jarang mereka mendapatkan perlakuan buruk oleh majikannya. Antara lain pelecehan, penyiksaan, bahkan hingga harus kehilangan nyawanya.

Data yang dihimpun Geoenergi, rata-rata kasus yang menimpa TKW disebabkan mereka kurang handal dalam berkomunikasi dan mengerjakan tugasnya. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebutkan, terdapat 80 persen TKW tak memiliki skill. Sehingga mengundang keluhan dari para pengguna jasa pembantu rumah tangga di negara-negara yan bersangkutan.

Karena itu, Tahir Foundation berkomitmen memberikan pelatihan selama 5 tahun kepada perempuan Indonesia yang tidak punya skill untuk menjadi calon TKW ahli. Sehingga, mereka menjadi TKW dengan posisi tawar, dan memperoleh penghasilan tambahan serta mengurangi peluang dari pelecehan.

“Saya berharap, mereka hanya 2-3 tahun menjadi TKW di luar negeri untuk mendapatkan modal. Lalu kembali ke tanah air dan membuka usaha sendiri. Kan sudah diberi keterampilan dan keahlian bahasa,” jelas Tahir.

Pelatihan ini dilaksanakan di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT dan Maluku. Para Gubernernur dari provinsi terkait juga berkomitmen membantu penyediaan fasilitas, mencari peserta didik dan koordinasi dengan lembaga yang terkait dengan pelatihan.

Untuk 5 tahun pertama, peserta pelatihan ditargetkan mencapai 4500 orang. Terdiri dari 3000 orang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga, termasuk 1500 orang dari NTT, NTB dan Maluku. Para calon TKW akan diberi beragam pendidikan, seperti hospitality, bisnis, keperawatan, pengembangan karakter, bahasa Inggris dan Mandarin.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here