SHARE
Foro : Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Bumi Indonesia memiliki kandungan gas yang begitu melimpah. Indonesia bahkan mengekspor gas ke sejumlah negara, di antaranya Singapura. Tapi siapa sangka bila gas Indonesia bakal devisit pada 2019 mendatang, dan pemerintah berencana mengimpor gas dari negara tetangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, terjadinya devisit gas lantaran meningkatnya pengguna gas dalam negeri. Impor gas, menurut dia menjadi pilihan yang harus dilakukan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan impor gas di tahun 2019. Apalagi pertumbuhan industri meningkat, maka kebutuhan energi lebih tinggi lagi,” kata Wiratmaja, dalam seminar nasional di Komplek Gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (21/5/201).

Diakui Wiratmaja, sejak 15 tahun terakhir sumber gas di Indonesia sudah tidak lagi ditemukan. Sehingga, gas yang dihasilkan dari sumber lama tidak mampu memenuhi kebutuhan selama 3 tahun mendatang. “Selama 15 tahun terakhir tidak berubah, seperti ini aja, tidak ada penemuan yang baru sama sekali. Jadi, ini tantangan baru bagi kita.

Untuk itu, pemerintah bakal mempertimbangkan pemberian insentif kepada industri yang bergerak di hulu migas, guna meningkatkan eksplorasi. “Ini semua tantangan baru, apa yang harus kita benahi, insentif apa yang harus kita berikan kepada industri hulu migas supaya ekplorasinya lebih masif dan lebih terdorong. Terutama untuk melakukan penemuan-penemuan baru,” pungkasnya.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here