SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Deputi Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Himawan Hariyoga menyatakan pihaknya optimis Sulawesi Utara (Sulut) bisa menjadi pusat investasi di kawasan timur Indonesia.

“Apabila dilihat dari kacamata investor, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kondusivitas iklim berinvestasi di suatu negara. Salah satunya keberadaan kawasan industri yang terintegrasi. Karena itu, menjadi nilai plus bagi suatu daerah yang mempunyai hal tersebut,” ujar Himawan, Kamis (21/5/2015).

Salah satu pemicunya, menurut dia adalah keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Ia menyampaikan, dalam kunjungan kerja ke Jepang dan RRT beberapa waktu lalu, Presiden gencar mempromosikan potensi investasi di luar Jawa, di antaranya KEK dan kawasan industri di luar Jawa.

“Selagi infrastruktur masih dibangun, kami secara paralel berupaya melakukan sounding ke calon investor terkait potensi dan rencana pengembangan KEK Bitung. Ini tidak hanya sebatas promosi namun juga untuk memperoleh feedback dari mereka,” jelas dia, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Bitung, di Bitung, Sulawesi Utara.

Pantauan Geoenergi, Bitung telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus melalui PP No.32 2014, menempati area seluas 534 hektare (ha) dengan rencana pengembangan hingga 2.000 ha. Ada tiga zona pengembangan pada KEK Bitung, yaitu zona pengolahan ekspor, zona industri, dan zona logistik.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here