SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan aksi mahasiswa yang digelar dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional dan reformasi ini tak akan bisa menjatuhkan Presiden Jokowi dari jabatannya.

Menurutnya, bulan Mei ini bisa menjadi bulan kramat bagi kepemimpinan Jokowi. Karena dibulan ini ada dua isu besar yang menjadi sorotan publik, yakni masalah perombakan kabinet dan isu 20 Mei yang kabarnya akan melenggserkan Jokowi.

“Bulan Mei ini bulan kramat bagi Jokowi karena pemerintahannya sedang diuji. Ada dua isu. Partama, isu reshuffle dan isu 20 Mei yang akan menjatuhkan Jokowi,” kata Karyono di Jakarta, Senin (19/5).

Terkait dengan munculnya isu reshuffle kabinet yang dihembuskan sejumlah pihak termasuk partai koalisi pendukung Jokowi, Karyono mengatakan jika Jokowi ingin tetap mendapatkan dukungan dari rakyat, melakukan perombakan kabinet merupakan suatu keniscayaan.

“Waktu 6 bulan itu sudah cukup untuk reshuffle kabinet karena kinerja menteri sudah bisa diukur. Presiden tentunya juga punya catatan untuk para menterinya,” kata Karyono.

Apalagi dia bilang, desakan adanya reshuffle semakin menguat terhadap para menteri-menteri khususnya di kementerian sektor ekonomi. Rakyat menganggap para menteri disektor itu tak bisa mengendalikan gejolak rupiah dan harga BBM.

Meski demikian, dia mengingatkan agar Jokowi berhati-hati dalam melakukan reshuffle agar tidak berbenturan dengan kekuatan politik. Karena jika itu terjadi, Karyono mengatakan justru hal itu akan memperlemah posisi Jokowi sebagai presiden. “Diperlukan pembahasan yang mendalam agar reshuffle tidak meningkat resiko politik yang besar,” kata dia.

Terkait dengan isu gerakan 20 Mei, Karyono mengatakan bahwa aksi itu sebagai bentuk kritik dan masukan bagi Jokowi dalam memimpin negara. “Karena tanpa adanya kritik, pemerintahan bisa salah mengambil keputusan, dan mengabaikan kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Namun demikian, dia melihat prasyarat untuk menjatuhkan Jokowi belumlah cukup. Karena pemerintahannya masih seumur jagung. “Walaupun tingkat kepuasan pemerintahan Jokowi-JK menurun, Tapi harus dilihat bahwa pemerintahan ini baru seumur jagung,” pungkasnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here