SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan Presiden Jokowi belum perlu melakukan reshiffle kabinet. Ia beralasan waktu enam bulan kepemimpinan Jokowi belum dianggap cukup menjadi tolak ukur bagi kinerja pemerintahannya.

“Isu reshuffle ini juga harus direspon dengan bijak, apakah ini kemauan istana atau kemauan politik. Harus ada penguatan agar kabinet bisa berlari,” kata dia di Jakarta, Senin (19/5).

Sementara pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan jika Jokowi ingin tetap mendapatkan dukungan dari rakyat, melakukan perombakan kabinet merupakan suatu keniscayaan.

“Waktu 6 bulan itu sudah cukup untuk reshuffle kabinet karena kinerja menteri sudah bisa diukur. Presiden tentunya juga punya catatan untuk para menterinya,” kata Karyono. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here