SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang Eskpor Timah dalam upaya mengurangi dampak negatif dari pertambangan timah terhadap lingkungan, khususnya di wilayah pertambangan timah di Pulau Bangka.

“Permendag Nomor 44/M-Dag/Per/7/2014 tentang Ekspor Timah direvisi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam (sustainable resouces) dan kelestarian lingkungan hidup, serta mendukung terciptanya good mining practices melalui proses Clear and Clean (Cnc),”ujar Menteri Perdagangan Rachmat pada saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (19/5).

Menurut data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia, tercatat 65% hutan dan lebih dari 70% terumbu karang di Pulau Bangka telah rusak akibat dari perambangan timah liar.Selain itu 15 sungai pun telah tercemar oleh limbah penambangan timah, sehingga akses air bersih makin sulit didapatkan oleh masyarakat di Pulau Bangka.

Awal masalah dari pencemaran lingkungan yang sangat besar ini dimulai dari munculnya pertambangan inkonvensional dan pertmbangan rakyat yang tidak mengantongi izin namun dibantu oleh PT. Tambang Timah yang kesulitan menggarap lahan timah di zaman kolonial. Di zaman reformasi, pertambangan ilegal tersebut makin marak sehingga merusak lingkungan di luar lahan. 97% limbah yang dihasilkan dari proses penolahan bijih timah mengandung logam berat dalam keadaaan yang mengkhawatirkan, antara lain tembaga,timbal, merkuri, seng dan arsen. Logam berat tersebut jelas akan mencemari lingkingan untuk periode yang cukup lama.

Revisi Permendag tersebut akan dilakukan paling lambat 1 November 2015. Dibutuhkan waktu yang lumayan lama karena isu timah merupakan isu kolektif beberapa instansi. Kemendag mengambil inisiatif untuk menyelamatkan segala dampak buruk akibat penjarahan tambang timah dengan memperketat skema regulasi ekspor timur melalui bursa.

“Saatnya Kementerian perdagangan peduli dengan melakukan tindakan nyata untuk menjaga kualitas hidup generasi penerus di masa yang akan datang,”ujar Rachmat. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here