SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Selain mengatur jenis timah yang boleh diekspor, Permendag Nomor 33 Tahun 2015 tentang Ketentuan Ekspor Timah juga mengatur mengenai Bursa Timah dan Tata Niaga Timah.Hal ini ditujukan agar ketertelusuran sumber bahan baku timah terjamin.

Dalam Permendag No.33 Tahun 2015 nantinya akan menetapkan perdagangan timah murni batangan diwajibkan diperdagangkan melalui Bursa Timah, baik yang akan dijual di dalam negeri maupun yang diekspor ke luar.

Selain itu, ada beberapa hal yang diatur juga di Permendag No33/2015 ini, di antaranya adalah:
– Royalti; Timah dapat dieksporapabila telah membayar iuran produksi/royalti yang telah diverifikasi Dirjen Minerba ESDM, dilengkapi Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB)
– Diwajibkan kepemilikan sertifikat Clear and Clean (CnC) yang bertujuan untuk ketelusuran asal barang.
– Persetujuan Ekspor (PE),sebagi instrumen pengawasan digunakan mekanisme PE untuk mencantumkan perkembangan kinerja ekspor timah serta pelaku usaha dari waktu ke waktu.

Permendag ini juga akan mengatur Tata Niaga Ekspor menggunakan instrumen Eksportir Terdaftar Timah (ET-Timah). Perusahaan timah wajib diakui sebagai ET-Timah. ET-Timah Murni Batangan diartikan sebagai perusahaan yang telah mendapat pengakuan untuk melakukan ekspor timah murni batangan dan ET-Timah Industri adalah perusahaan yang mendapat pengakuan untuk melakukan ekspor timah solder dan barang lainnya dari timah

“Setiap perusahaan hanya dapat memiliki satu jenis pengakuan sebagai ET-Timah Murni Batangan atau ET-Timah Industri,”jelas Mendag Rachmat Gobel saat konferensi pers di Kantor Kementerian Perdaganan , Jakarta (19/5).

Pengakuan tersebut hanya akan berlaku untuk tiga tahun. Verifikasi atau penelusuran teknis ekspor timah sebelum nantinya dieksor wajib dilakukan oleh surveyor yang telah ditetapkan oleh Menteri dengan melibatkan Pemerintah Provinsi penghasil timah.

Pengakuan ET-Timah Murni Batangan dan ET-Timah Industri akan diatur melalui Permendag Nomor 44/2015 tentang Ketentuan Ekspor Timah yang pada 1 November 2015 nanti selesai direvisi oleh Kemendag. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here