SHARE
ILUSTRASI

Singapura, GEO ENERGI – Pada Rabu (20/5/2015), harga minyak dunia berbalik naik di Asia, setelah sebelumnya mengalami kerugian tajam. Dalam patokan harga minyak di Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 53 sen menjadi 58,52 dolar AS per barel.

Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 61 sen menjadi 64,63 dolar AS per barel dalam perdagangan sore. Selain itu, Dolar terpantau menguat terhadap euro, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) berencana meningkatkan program stimulus pembelian aset pada Mei dan Juni. Hal ini untuk mengimbangi perkiraan pelambatan pasar keuangan di bulan-bulan mendatang.

“Rebound berikutnya kita lihat sekarang ini adalah karena ‘bargain-hunting’ (perburuan harga murah) dan kekuatan pasar menyesuaikan kembali ke perdagangan normal,” kata analis investasi Phillip Futures di Singapura, Daniel Ang.

Sementara itu, Departemen Energi AS (DoE) diperkirakan melaporkan stok turun dua juta barel dalam pekan yang berakhir 15 Mei, sebagaimana dilansir Bloomberg News. Kendati demikian, mereka masih tetap dekat tingkat rekor tertinggi.

Tapi Ang mengaku optimis, di tengah kondisi demikian, tingkat produksi minyak mentah AS masih dalam posisi yang tinggi. “Meskipun stok diperkirakan turun, tingkat produksi minyak mentah di AS masih pada sisi yang tinggi dan kami perkirakan akan naik lebih lanjut,” jelas Ang.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here