SHARE
Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya (ilustrasi)

Jakarta, GEO ENERGI – Biaya di Terminal Pelabuhan Teluk Lamong, Surabaya berpotensi turun hingga 15- 20 persen. Penurunan biaya logistik ini setelah adanya revitalisasi yang dilakukan oleh pengelola, PT Pelindo III (Persero).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Pelabuhan Indonesia III, Djarwo Sujanto. Ia berharap, revitalisasi tersebut sesuai estimasi yang ada. “Lebih kurang bisa menekan biaya logistik dari 15 hingga 20 persen karena efisiensi di dalam terminal,” kata Djarwo, dalam diskusi ‘Revitalisasi APBS dan Terminal Teluk Lamong’, di Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Biaya logistik bisa ditekan, menurut dia karena adanya teknologi yang tidak membutuhkan tenaga manusia dalam pengoperasiannya. “Sebagian besar alat-alatnya digerakkan dengan tenaga listrik dan tenaga gas, adapun beberapa alat menggunakan bahan bakar minyak, yakni dengan standar EURO 4.

“Kendaraan truk yang biasanya memakai diesel atau solar, sekarang pakai gas yang harganya hampir separuh dari harga solar. Sistem online turut membantu menekan harga logistik, dan mekanisme prosesnya lebih cepat karena mempersempit peluang praktik-praktik menyimpang,” papar dia.

Ia menjelaskan, selain menekan biaya logistik, waktu tambat barang di pelabuhan juga lebih singkat. Hal itu karena dipasangnya crane (alat pemindah kontainer dari dermaga ke kapal) di dermaga internasional dengan kemampuan pindah 20 kaki dan angkut ganda.(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here