SHARE
Habitat Gajah di TWA Seblat, Bengkulu

Bengkulu, GEO ENERGI – Habitat gajah di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu bakal terganggu oleh berdirinya perusahaan tambang batu bara. Sebanyak tujuh perusahaan tambang batu bara dilaporkan telah memperoleh izin eksplorasi di kawasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, TWA Seblat merupakan habitat terakhir gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatrae). “Ada tujuh perusahaan pertambangan, enam masih eksplorasi dan satu perusahaan sudah produksi,” kata aktivis Walhi Bengkulu, Barlian, Selasa (19/5/2015).

Data yang diperoleh dari Kementerian ESDM, izin eksplorasi diterbitkan pemerintah daerah di sekitar habitat satwa kepada PT Mukomuko Maju Sejahtera seluas 2.043 hektare, PT Lara Sakti Mandiri seluas 12 ribu hektare, PT Borneo Suktan Mining seluas 12 ribu hektare.

Berikutnya PT Injatama seluas 4.859 hektare, PT Krida Dharma Andika seluas 7.236 hektare dan PT Ferto Rejang seluas 2.431 hektare. Adapun satu perusahaan batu bara yang kini sudah melakukan tahap produksi adalah PT Kaltim Global seluas 921 hektare.

Barlian menyatakan, penerbitan izin eskplorasi di sekitar kawasan hutan tersebut dikhawatirkan berdampak buruk terhadap masa depan sejumlah satwa langka khas Sumatera. Sebab, TWA Seblat seluas lebih 7.000 hektare merupakan habitat satwa langka lainnya, di antaranya harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) dan beruang madu (Helarctos Malayanus).(ABA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here