SHARE
ist

JAKARTA, GEO ENERGI – Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens setuju dengan kebijakan Presiden Joko Widodo membubarkan Petral di Singapura. Dia mensinyalir selama ini anak perusahaan milik Pertamina itu telah menjadi sarang mafia.

“Asumsi dari saya, kebanyakan mafia migas bermain di Petral. Mereka gunakan kaki tangan mereka untuk mengeruk membuka ruangnya secara legal untuk merampok,” tegas Boni saat di temui di Jakarta, Selasa (19/5).

Namun dia mengingatkan dengan bubarnya Petral bukan berarti mafia migas lenyap begitu saja. Karena pola kerja mafia-mafia ini bekerja dalam celah yang kosong. Tapi Boni percaya pembubaran Petral akan mempersempit ruang gerak para mafia.

“Bagaimana dengan pengisian jabatan-jabatan di kementerian ESDM. Ada indikasi titipan para mafia. Ini tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Boni menambahkan, biasanya kelompok mafia memiliki sumber dana yang besar. Dengan modalnya itu mereka masuk ke institusi-institusi seperti yayasan, LSM, dan bahkan masuk ke partai politik serta ormas.

“Ini berbahaya. Ketika mereka masuk ke sana, mereka akan menjadi kartel dan bisa mengontrol kekuasaan,” pungkasnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here