SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Jakarta, GEO ENERGI – Serikat Pekerja (SP) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, menolak rencana pemerintah yang menjadikan kinerja PLN terbatas, yakni menjadi penyedia jaringan dan distribusi infrastruktur listrik.

Ketua Pembina SP PLN Ahmad Daryoko mengatakan, jika rencana pembatasan itu diterapkan, maka pasokan listrik nasional akan dikuasai perusaha-perusahaan listrik swasta dan asing.

” Kalau privatisasi terjadi, kami yakin listrik akan semakin mahal, karena dikuasai swasta dan asing” ungkap Ahmad saat memberi sambutan acara ‘Musyawarah Nasional Serikat Pekerja PLN’ di Jakarta, Senin (18/5/2015).

Tidak hanya mengalami kenaikan tarif listrik 2 kali lipat, kata Ahmad. Namun kenaikan bisa mencapai 4 kali lipat dari harga saat ini.

Dia juga mengungkapkan, amanah UUD 1945, penguasaan listrik termasuk harga sepenuhnya dalam pengelolaan negara, dalam hal ini melalui PLN. Untuk itu, Ahmad meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi atau judicial review yang diajukan serikat pekerja PLN terhadap UU Ketenagalistikan. Pasalnya, aturan tersebut membuat celah masuk bagi swasta menguasai pengelolaan ketenagalistrikan.

” Maka itu kami minta MK segera mengabulkan judicial review atas kebijakan itu,” tutupnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here