SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kamilov Sinaga meminta Presiden Jokowi mencopot Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Pasalnya, hingga saat ini Menkominfo belum juga mengumumkan hasil seleksi calon anggota BRTI periode 2015-2018 yang telah diadakan sejak Maret 2015 lalu.

“Kami mendorong Presiden Jokowi untuk mengikutsertakan Rudiantara dalam rombongan menteri yang harus di-reshuffle,” ujar dia dalam siaran persnya, Minggu (17/5).

Kamilov menyebutkan, salah satu indikasi awal yang paling serius dari dorongan untuk mencopot Rudiantara adalah tidak adanya transparansi dari panitia BRTI dalam melakukan seleksi terhadap calon anggota BRTI periode 2015-2018. Padahal, sebagai Menkominfo, Rudiantara merupakan Ketua Panitia Seleksi anggota BRTI.

“Saya mengikuti perkembangan sejak awal seleksi dilakukan, karena saya juga mengikuti seleksi tersebut. Dari pengumuman secara terbuka kepada publik melalui website kementerian Kominfo, namun pada tahap akhir semuanya jadi tertutup. Panitia tidak terbuka tentang seleksi, dan ini menunjukan lemahnya si menteri tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, dengan sikap tidak transparan seperti ini, praktik kecurangan dari kementerian Kominfo ke depan sangat berpotensi terjadi. Utamanya, jika nantinya ada problem besar yang dihadapi sektor telekomunikasi dan memerlukan sikap tegas dan transparan pemerintah.

“Indikasi tidak transparan ini kemungkinan besar akan berlanjut nantinya. Pemerintah akan sulit transparan dalam menginformasikan langkah-langkah kebijakannya, sehingga potensi untuk terjadi penyelewengan wewenang cukup besar,” tambah dia.

Hal ini, kata Kamilov, semakin diperparah dengan sikap Kementerian Kominfo yang dinilai melanggar azas kepatutan dalam proses seleksi anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonedia (KRT-BRTI) karena melibatkan pelaku industri dalam proses seleksi. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here