SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Untuk mempercepat proses terbentuknya kemandirian serta meningkatkan peran masyarakat hutan terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumber daya model kemitraan. Siang ini, Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar bersama dengan Marwan Jafar selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat Perhutani Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (18/5).

“Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan,” ujar Marwan Jafar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar juga menjelaskan tentang kawasan pengelolaan kawasan hutan yang di bawah pengawasan Perhutani. “Kami mengelola kawasan hutan seluas 2,4 juta ha di Jawa, Madura. Selama ini pun, kami telah bekerja sama dengan 5.293 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” jelas Mustoha Iskandar.

Seiiring dengan hal tersebut, Marwan Jafar juga mengatakan bahwa kerjasama ini untuk memberdayakan desa-desa hutan yang kurang lebih 5000 desa dan memberdayakan masyarakat sekitar hutan yang kondisinya belum terberdayakan dengan baik. “Peran strategis Perhutani sangat penting untuk menopang keberadaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, khususnya di wilayah Jawa dan Madura. Nantinya tidak hanya ketahanan pangan tetapi sekaligus dapat meningkatkan kedaulatan pangan,” tutup Marwan Jafar. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here