SHARE
Mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno

Jakarta, GEO ENERGI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah Nota Keberatan (Eksepsi) bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno. Eksepsi Waryono terkait dakwaan penerimaan gratifikasi sebesar 334.862 dolar AS.

“Kami tidak sependapat dengan keberatan penasihat hukum yang menyatakan surat dakwaan tidak menguraikan watu penerimaan gratifikasi. Karena hal tersebut sudah kami uraikan secara jelas dalam surat dakwaan,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Fitroh Nurcahyanto, Senin (18/5/2015).

Dalam sidang pembacaan tanggapan terhadap eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Fitroh menyatakan bahwa sudah jelas Waryono menerima gratifikasi. “Sudah jelas bahwa penerimaan uang oleh terdakwa sebesar 284.862 dolar AS 50 ribu dolar AS, terjadi pada tangal 28 Mei 2013 dan 12 Juni 2013,” jelas Fitroh.

Pada persidangan Kamis (13/5/2015), jaksa menyatakan bahwa Waryono memperoleh sebesar 284.862 dolar AS dan 50 ribu dolar AS, tapi ia tidak melaporkannya kepada KPK sebagai gratifikasi.

Waryono juga menerima dari mantan kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini sebesar 50 dolar AS, pada 12 Juni 2013. KPK juga membantah keberatan penasihat hukum, yang menyatakan surat dakwaan tidak menguraikan untuk kepentingan apa pemberian tersebut.

Uang sebesar 284.862 dolar AS tersebut akhirnya ditemukan Petugas KPK saat penggeledahan di rumah mantan Kepala SKK, Migas Rudi Rubiandini pada 14 Agustus 2013. Sedangkan, uang 50 ribu dolar AS diserahkan Didi ke KPK pada 27 November 2013.(AB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here