SHARE
Foto: Geo Energi/Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Muhammad Iqbal diancam akan dilaporkan ke kepolisian oleh mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana. Hal itu dipicu atas keterangan Iqbal dalam kesaksiannya dalam persidangan lanjutan dengan terdakwa korupsi Sutan Bhatoegana.

“Saya minta kuasa hukum untuk melaporkan ke polisi. Dia itu bohong dan mengkhayal semua,” kata Sutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/5).

Ancaman Sutan itu muncul setelah Iqbal yang juga mantan ajudan Sutan membeberkan modus suap dari Kementerian ESDM ke Komisi VII.

Iqbal dalam kesaksiannya menyatakan, Sutan menerima puluhan amplop berkode yang berisi ratusan dolar Amerika dari Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno melalui Staf Ahli Komisi Energi Irianto Muhyi. Ada tiga kode berbeda di tiap amplop yaitu P yang berarti pimpinan Komisi Energi, A berarti anggota Komisi, dan S berarti sekretariat Komisi.

Iqbal mengungkapkan, tiga setelah amplop itu diterima dari Irianto, kemudian Sutan membagi-bagikan amplop tersebut kepada anggota komisi VII. Bahkan, Iqbal juga membocorkan pertemuan Sutan, Waryono, dan Kepala Biro Keuangan ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi di salah satu restoran Jepang.

“Saya keberatan dengan semua kesaksian dia,” kata Sutan.‎

Sementara pengacara Sutan, Eggi Sudjana mengatakan seluruh saksi tak ada yang tahu soal amplop atau isi dari paperbag. “Kesaksian mereka itu fakta persidangan, berarti kesaksian kamu berbeda dan bisa jadi palsu. Rekayasa,” kata Eggi.

Ketua Majelis Hakim Artha Theresia juga berulang kali bertanya kepada Iqbal soal kesaksiannya. Majelis juga mempertanyakan apakah Iqbal hendak mengubah kesaksiannya. “Tidak, saya yakin dengan kesaksian ini sebagai kenyataan,” kata Iqbal. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here