SHARE
Foto: Geo Energi/Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa anggota Komisi VII DPR periode 2009-2014 terkait kasus dugaan suap pembahasan APBN-Perubahan 2013 di Kementerian ESDM. Saksi parlemen ini akan diperiksa terkait dengan kesaksian di persidangan mantan Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Akan dipanggil, tapi yang ingin dikonfirmasi dan diperiksa untuk menguatkan dakwaan jaksa,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya Jakarta, Selasa (12/5).

Menurutnya, KPK akan menelusuri fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan Sutan Bhatoegana. “Selain akan melihat fakta baru yang muncul di persidangan, KPK juga akan melakukan pertimbangan hukum dari putusan. Setelah itu bakal ditindaklanjuti jika ada permintaan dari jaksa,” ujar Priharsa.

Bukan hanya para anggota, pucuk pimpinan yang lain di Komisi VII kala itu kemungkinan juga akan dimintai keterangannya. Ini dilakukan mengingat, pembahasan APBNP di Kementerian ESDM dilakukan oleh komisi energi DPR dengan anggotanya mencapai puluhan orang.

Diketahui, dari kesaksian di sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Didi Dwi Nugroho selaku kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM menyebut pernah menyetor uang sebesar USD 140 ribu kepada Komisi VII DPR terkait tunjangan hari raya (THR) dan pembahasan APBNP 2013.

Mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno merinci pembagian uang untuk empat pimpinan masing-masing sebesar 7.500 dollar AS, 43 anggota komisi masing-masing 2.500 dollar AS, dan sekretariat komisi sebesar 2.500 dollar AS. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here