SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Jakarta, GEO ENERGI – Lemahnya hukuman yang termaktub dalam UU 5/90 terkait Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun disertai denda maksimal 100 juta rupiah, jelas tidak akan memberikan efek jera bagi para pelaku. Dan bukan hanya itu, perburuan satwa langka terang merupakan salah satu kejahatan besar. “Tindakan tersebut sudah merupakan permasalahan yang serius. Bahkan termasuk 3 kejahatan setelah narkoba dan senjata tajam,” tegas Indra Exploitasia, Kasubdit Program & Evaluasi Penyidikan & Pengaman Hutan saat konferensi pers di Kantor Kehati, Jalan Bangka 8 no. 3B, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Beliau pun menambahkan bahwa pentingnya perlindungan di habitat alam dan terus mencari para pelaku perdagangan liar dengan salah satunya menjalin kerjasama dengan negara tetangga yang memengaruhi perdagangan tersebut. “KLHK sudah membuat kerjasama dengan Amerika, Vietnam dan Tiongkok yang di mana, negara itu merupakan pembelian serta penjualan terbesar,” ucapnya.

Dengan lemahnya hukuman yang diberikan para pelaku, Indra juga mengatakan akan terus mendorong pemerintah untuk segera memperbaiki Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990. “Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak diam. Kami terus mendorong DPR untuk segera merevisi UU tsb yang sampai sekarang belum bisa menimbulkan efek jera,” tutup Indra Exploitasia. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here