SHARE
Foto:sp.beritasatu

Jakarta, GEO ENERGI – Polcomm Institute menyebut Menteri ESDM Sudirman Said memiliki kinerja kurang memuaskan dengan penilaian sebesar 4,1 persen. Publik menganggap Sudirman gagal dalam melakukan pengendalian BBM dan belum mampu atasi mafia migas.

Hal itu dikatakan Direktur Polcomm Institute Heri Budianto saat merilis sejumlah nama menteri Kabinet Kerja yang dianggap memiliki kinerja negatif selama enam bulan pemerintahan Jokowi-JK.

Selain Sudirman, Polcomm juga menyebut Menteri BUMN Rini Soemarno dengan presentase kinerja negatif sebesar 1,4 persen. “Rini negatif dan fatal karena rencana penjualan gedung BUMN dan soal pergantian direksi BUMN,” kata Heri kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5).

Ia juga menganggap Menteri Perekonomian Sofyan Djalil masih lemah dalam mengatasi persoalan ekonomi. “Sebagai menteri ekonomi, ia di anggap minim koordinasi,” pungkasnya.

Selain tim ekonomi pemerintah Jokowi yang dinilai kinerjanya negatif, Polcomm juga menyebut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly kinerjanya hanya sebesar 6,7 persen. Publik menganggap Yasonna memberikan kontribusi konflik PPP dan Golkar, serta kontroversi pemberian remisi pada koruptor.

Publik juga memberikan nilai negatif terhadap kinerja Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno sebesar 6,3 persen. Menteri Tedjo pernah dianggap melakukan blunder soal kisruh KPK dan Polri. “Yang paling di anggap blunder adalah soal kisruh KPK dan Polri,” ujar Heri.

Menseskab Andi Widjayanto juga memiliki kinerja negatif sebesar 3,1 persen. Dia dianggap sebagai pihak pemutus komunikasi presiden dengan partai pengusung.

Survei ini diukur dari hasil pemberitaan media sebanyak 32.047 berita di 15 media nasional. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here