SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Jakarta, GEO ENERGI – Andri Santosa selaku Koordinator Pokja (Kelompok Kerja Kebijakan) Konservasi mengatakan bahwa terungkapnya penyelundupan Kakatua Jambul Kuning harus menjadi momentum perubahan mendasar dari perlindungan spesies dan habitat yang salah satunya melalui perubahan UU 5/9.

Dukungan atas petisi mendukung perubahan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU 5/90) yang dimotori oleh Pokja Konservasi melalui change.org/kakatuabotol hingga hari ini telah menjadi perhatian banyak masyarakat luas.

“Hinga saat ini, dukungan melalui petisi sudah mencapai 17.000-an,” ucap Arief selaku Koordinator Change.org pada konferensi pers yang diadakan di Kantor KEHATI, Jalan Bangka 8 no. 3B, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Petisi yang bertujuan mendorong pemerintah agar merivisi UU tersebut dikarenakan ringannya hukuman yang diberikan, sehingga belum bisa menimbulkan efek jera bagi para pelaku. “Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, setidaknya ada 30 kasus perdagangan kakatua yang rata-rata hukumannya kurang dari 1 tahun,” jelas Sofi dari WCS/WCU yang merupakan salah satu anggota Pokja.

“Dengan terus bertambahnya dukungan masyarakat sipil melalui petisi Change.org mendesak penyelesaian kasus ini, menunjukkan tingginya kepedulian publik akan pelestarian satwa langka. Ini juga menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar pembuat kebijakan dan wakil rakyat di DPR segera merevisi UU Konservasi,” tutup Desmarita Murni, Direktur Komunikasi Change.org. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here