SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Beredarnya kabar perbedaan pelantikan eselon I di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan isi keputsan Presiden, membuat berbagai kalagan berspekulasi permainan politik penguasa.

Berikut informasi yang diterima GEO ENERGI :

1. Dirjen Minerba berdasarkan isi Keppres menetapkan Satry Nugraha namun pada kenyataannya yang dilantik adalah Bambang Gatot Aryono.

2. Berdasarkan Kepres Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) justru adalah Bambang Gatot Aryono bukan Satry Nugraha.

3. Sedangkan Dirjen EBTKE berdasarkan Kepres adalah Arya Reza (dari BPPT) Bukan Rida Mulyana.

Pengamat Ekonomi Energi, Hendrajit mengatakan, indikasi kearah politik sudah terlihat, hal itu dibuktikan dari perbedaan antara hasil TPA dan keputusan Presiden.

” Jadi terlemparnya beberapa nama yang tidak singkron antara TPA dengan pelantikan itu menggambarkan memang itu ada power struggle,” katanya saat diwawanacrai Geo Energi di Kantornya, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Lebih lanjut Hendrajit mengatakan, jika benar indikasi tersebut maka pelaku utamanya adalah penguasa sebelum pemerintahan saat ini. Selain itu, ada sebuah Silent Agreement yang sudah ditandatangani oleh penguasa-penguasa migas agar keuntungan baik itu kelompok maupun pribadi diperoleh.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah melantik lima pejabat eselon I yang diperoleh dari lelang jabatan, kelima pejabat itu adalah :

1. Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenaga Listrikan Jarman

2. Dirjen Mineral dan Batubara Bambang Gatot

3. Dirjen Energi Baru Terbarukan (EBTKE) Rida Mulyana

4. Sekretaris Jenderal Satry Nugraha dan,

5. Dirjen Minyak dan Gas (Migas) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here