SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Bareskrim Mabes Polri mulai menelisik keterlibatan PT Pertamina (Persero) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penjualan kondensat oleh SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI). Akibat penjualan yang terjadi dalam kurun waktu 2009-2010, negara dirugikan sebesar Rp 2 triliun.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Pol Agung Setya mengatakan bahwa dugaan keterlibatan Pertamina merupakan salah satu pihak yang masuk dalam materi pemeriksaan.

“Itu termasuk materi yang sedang kita kerjakan. Nanti yah,” ujar dia ketika ditanya soal proses transaksi penjualan kondensat usai diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Forum Integritas di Jakarta, Senin (11/5).

Sebelumnya, anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto mengatakan bahwa selama ini pihak Pertamina tak pernah transparan dalam melakukan tender penjualan minyak mentah atau kondensat. Apalagi pasca tertangkapnya Rudi Rubiandini, tender minyak mentah maupun kondensat bagian negara diserahkan SKK Migas kepada Pertamina.

“Sekarang tender itu dilakukan oleh Pertamina. Kami meminta Pertamina untuk transparan dalam proses tendernya. Diumumkan ke publik sehingga masyarakat bisa mengawalnya,” kata Djoko di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan TPPU penjualan kondensat, masing-masing mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, dan Honggo Wendratmo (HW) salah satu pendiri PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here