SHARE
REUTERS/Jim Urquhart

Jakarta, GEO ENERGI – Pertama kalinya dalam lima bulan, sebuah rig di Cekungan Williston, dimana lapangan shale North Dakota milik Baker berada, sekali lagi kembali aktif mengebor crude. Berikut pun diikuti oleh Cekungan Permian, ladang minyak terbesar nasional milik Amerika Serikat (8/5).

Pengeksploras shale, yaitu EOG Resources Inc. dan Pioneer Natural Resources Co. mengatakan mereka tegah mempersiapkan untuk membangkitkan kembali pengeboran minyak di AS setelah melewati masa-masa terburuk mereka. Negara tersebut telah kehilangan lebih dari setengah dari rignya sejak Oktober, akibat turunnya harga crude mencapai 49% selama akhir 2014 lalu. Awal pekan ini, harga crude yang sudah mencapai di atas US$60 per barel telah mengembalikan produksi AS secara perlahan.

“Cekungan Permian mungkin akan menjadi cekungan pertama yang kembali bangkit karena di sana terdapat zona produksi yang menumpuk satu sama lain, yang memudahkan pengebor untuk menyedot minyak di beberapa kedalaman berbeda di sumur yang sama,” ujar Managing Director Talara Capital Management David Zusman, yang mengendalikan investasi energi sebesar US$400 juta.

Amerika percaya dalam beberapa minggu dari sekarang mereka mampu bangkit kembali dan mampu menaikkan kembali harga minyak. (GDH/BL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here