SHARE
Foto: Geo Energi/Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Humas Star Energy, Bandung, Achmad Novan mengatakan bahwa musibah yang terjadi di Pangalengan tempo hari lalu, tidak ada sama sekali kaitannya dengan pipa geothermal Star Energy yang sudah tertanam beberapa tahun lalu di lokasi tersebut. “Musibah yang terjadi di sini (Pangalengan), murni akibat bencana alam, tidak ada sama sekali hubungannya dengan pipa Star Energy,” jelasnya di Balai Desa Margamukti yang menjadi lokasi pengungsian bagi korban, Sabtu (9/5).

Beliau juga sangat menyayangkan dengan beberapa pemberitaan yang menjelaskan, longsor Pangalengan terjadi akibat ledakan dari pipa gas Star Energy. “Yang penting untuk saya luruskan. Itu bukan pipa gas, melainkan pipa uap panas bumi. Isinya itu, steam atau uap air. Jadi, pipa yang putus di atas itu adalah pipa produksi kami yang isinya berupa air, bukan gas,” ucap Achmad Novan selaku Humas Star Energy, Bandung.

Belum lagi akan informasi yang menjelaskan seolah pihak Star Energy abai terhadap korban bencana tersebut. Ditambah, semenjak peristiwa itu, pihak dari Star Energy agak lebih tertutup terhadap para awak media. Yang arkian, sontak membuat Star Energy, melalui Achmad Novan mengklarifikasi pemberitaan miring tersebut.

“Kami bukan tidak peduli. Bahkan, sebelum terjadi longsor, kami juga sudah melakukan kegiatan sosial dan juga melakukan koordinasi kepada Kades setempat akan keretakan tanah yang terjadi di sana. Bukan tertutup, Mas. Semenjak hari pertama, kami masih fokus mengurus korban. Jadi, memang jadi susah untuk dihubungi,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here