SHARE
Foto: finance.detik

Jakarta, GEO ENERGI – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta harus memanggil paksa Dahlan Iskan yang kembali tak hadir memenuhi panggilan pihak penyidik kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gardu Induk (GI) PLN Jawa, Bali, dan Nusatenggara.

“Kalau sudah tiga kali dipanggil dan tak hadir, kejaksaan bisa memanggil Dahlan dengan cara paksa,” ujar dia kepada Geo Energi, Sabtu (9/5).

Selain memanggil paksa, Boyamin juga meminta kepada pihak Kejati DKI untuk melakukan pencekalan terhadap mantan direktur utama (Dirut) PT PLN (persero) tersebut. “Untuk mencegah bepergian ke luar negeri, kejaksaan harus melakukan pencekalan terhadap yang bersangkuta,” kata dia.

Sebelumnya pihak Kejati DKI sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan pada Kamis 7 Mei lalu. Namun dengan alasan masih berada di Amerika Serikat, bos media Jawa Pos grup itu tak bisa hadir untuk ketiga kalinya memenuhi panggilan.

Sebelumnya, Asisten Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Waluyo menerangkan pihaknya telah menerima surat melalui faks dari Dahlan yang meminta diperiksa pada Kamis lalu. “Dahlan tidak datang karena masih di Amerika Serikat. Dia mengirim surat lewak faks, meminta diagendakan pemeriksaan pada tanggal 7 Mei,” katanya.

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Adi Toegarisman mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menjadwalkan pemeriksaan mantan menteri BUMN itu pada tanggal 30 Mei mendatang. “Tanggal 30, meminta kehadiran di Kejati sebagai saksi awal bulan depan. Jadi, awal-awal bulan depan. Saya anggap bulan depan,” tuturnya.

Dahlan akan diperiksa saksi kasus korupsi proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk (GI) di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa Bali dan Nusa Tenggara, tahun anggaran 2011-2013, senilai Rp 1 triliun lebih. Dalam proyek itu, Dahlan menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA).

Sudah ada 15 orang ditetapkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam kasus ini. Dari 15 tersangka itu, 10 di antaranya sudah bergulir ke penuntutan. Ke-10 orang tersangka yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here