SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Terbongkarnya kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) penjualan kondensat yang merugikan negara hingga mencapai Rp 2 triliun terbilang salah satu kasus besar di sektor migas yang berhasil diungkap oleh Bareskrim Mabes Polri.

Apalagi kasus ini melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI).

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, dengan terbongkarnya kasus ini bisa menjadi momentum untuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap berbagai kasus yang terjadi di SKK Migas.

“Terbongkarnya kasus ini bisa menjadi pintu masuk bagi BPK untuk melakukan audit investigasi terhadap kinerja SKK Migas. Audit ini bisa dilakukan tanpa harus diminta atau atas inisiatif BPK sendiri, dan itu dilindungi undang-undang,” kata Boyamin kepada Geo Energi melalui sambungan telepon, Jumat (9/5) malam.

Menurutnya, audit BPK itu bisa dilakukan terhadap beberapa kasus dugaan korupsi antara lain kasus korupsi Petral, dan kontrak kerjasama yang melibatkan SKK Migas.

Sejauh ini Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2 triliun tersebut. Dua tersangka baru ditetapkan pada Jumat siang. Sebelumnya penyidik telah menetapkan satu tersangka, yakni mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono.

“Ada tersangka baru. Sekarang tersangka total ada tiga, yakni DH, HW dan RP,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor E Simanjuntak di Bareskrim.

RP merupakan mantan Kepala BP Migas Raden Priyono, dan serta HW tak lain adalah pendiri TPPI, Honggo Wendratmo.

Sayangnya Victor enggan tak mau menjelaskan peranan para tersangka tersebut. “Peranan mereka di antaranya penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

Victor menambahkan pihaknya tidak hanya berhenti menjerat tiga tersangka tersebut melainkan pihaknya memastikan akan ada tersangka-tersangka baru lainnya dari kasus ini. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here