SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), beberapa hari lalu resmi menggati jajaran komisaris baru PT Pertamina (Persero). Pergantian itu dinilai Menteri BUMN Rini M. Soemarno untuk memenangkan persaingan dalam bisnis.

Direktur Asosiasi Politik Ekonomi Indonesia (APEI), Salamuddin Daeng mengatakan, langkah tersebut sebenarnya bukan dalam ragka meningkatkan kinerja Pertamina, melainkan dalam rangka mewadahi kepentingan yang sedang berkuasa atau kepentingan politik.

” Kita sudah bisa menyaksikan sendiri, begitu pergantian kekuasaan langsung pergantian direksi BUMN, di dalam direksi Pertamina sendiri. itu langsung ganti semua, dalam rangka mewadahi kepentingan dari pada pihak – pihak yang berkuasa,” kata Salamuddin Daeng dalam diskusi publik di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Menurutnya langkah tersebut merupakan proses untuk memperoleh sumber daya ekonomi atau dana penyokong kedalam partai politik. ” Apa ujung dari cerita mereka, tidak lain dan tidak bukan bagai mana mereka bisa sesegera mungkin memperoleh sumberdaya ekonomi atau dana yaang dimobilisasi dari bisnis ini,” lanjutnya.

Akibatnya, Kata Salamuddin Daeng, pemamfaatan kekuasaan demi kepetinggan politik, masyarakat semakin sengsara.

” Dan unjung dari cerita ini adalah rakyat yang suddah pasti akan dirugikan. Seperti kita saksikan dalam cerita kenaikan minyak bebrapa hari yang lalu terjadi,” tutupnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here