SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merubah status Santuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (Migas) menjadi BUMN khusus, menjadi pertanyaan oleh Menteri Badan Usaha Milik Nega (BUMN) RIni Soemarno.

Rini mengatakan, dalam Undang-undang BUMN tidak ada yang menyebut adanya status BUMN khusus, sehingga jika BUMN khusus dibentuk bukan berada dibawah Kementerian BUMN.

” Pendirian BUMN ini didasari atas undang-undang BUMN. Di dalam Undang-Undang itu tidak ada BUMN khusus, berarti kalau ada BUMN khusus bukan di bawah kita, makanya tanyakan itu ke Pak Menteri (ESDM),” ungkap Rini saat berbincang dengan awak media di kantor Kementerian BUMN, Kamis (7/5/2015).

Menurut mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era kabinet Gotong Royong ini, pembentukan BUMN khusus dapat memerlukan undang-undang baru. Dimana undang-undang tersebut menjelaskan mengenai landasan pembentukannya.

” BUMN ini didasari undang-undang yang ada sekarang tidak ada BUMN khusus. kalau ada bumn khusus, maka buat undang-undang khusus,” tutup Rini. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here