SHARE
Foto: Pijukpintu

Jakarta, GEO ENERGI – Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin didakwa menerima suap dari PT Media Karya Sentosa (MKS) terkait jual beli gas alam yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bangkalan, PD Sumber Daya. Aliran gas yang diterima PT MKS disuplai oleh PT Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore.

Pada surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum dari KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (7/5), Fuad disangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang nilainya lebih dari Rp 229 miliar dalam periode 2003-2010 dengan posisi jabatan Fuad Amin terakhir sebagai Ketua DPRD Bangkalan.

Pencucian uang dilakukan Fuad Amin dengan cara menyimpan uang menggunakan beberapa identitas yang berbeda-beda antara lain KTP dan SIM dengan nama RKH Fuad Amin, H Fuad Amin, KH Fuad Amin, dan Fuad Amin.

Sementara itu juga Fuad didakwa telah menerima suap Rp 1,9 miliar dari total Rp 18,050 miliar yang diterima terdakwa melalui perantara PT MKS, Abdul Rouf.

Pemberian duit dari PT MKS ke Fuad Amin dikarenakan jasa Fuad Amin yang mengarahkan tercapainya Perjanjian Konsorsium dan Perjanjian Kerjasama antara PT MKS dan PD Sumber Daya. Fuad juga memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy Co. Ltd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Dalam perkara terkait Fuad Amin, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sudah memutus bersalah Direktur PT MKS Antonius Bambang Djatmiko. Bambang dihukum 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 2 bulan kurungan karena terbukti menyuap Fuad Amin.

Dalam proses penyidikan, KPK juga telah menyita sederet aset milik Fuad Amin yang diduga terkait pidana korupsi. Rupa-rupa aset yang disita mulai dari rymah, apartemen, tanah, mobil dan uang.

Sementara ratusan massa asal Madura ikut memberikan dukungan kepada Fuad Amin. Mereka mengenakan kaos biru bertuliskan “Save Fuad Amin datang ke Pengadilan Tipikor untuk memberikan dukungan kepada mantan orang nomor satu di Bangkalan ini. Mereka mengaku datang ke Jakarta atas inisiatif sendiri.

Sementara untuk mengamankan jalannya persidangan ratusan personel polisi melakukan penjagaan ketat. Para personel yang diturunkan salah satunya dari kesatuan Brimob. “Yang di sini 220 personel gabungan dari polsek, polres, dan polda. Kita selalu lakukan langkah antisipasi.” Kata Kapolsek Setiabudi, AKBP Arsal.

Fuad Amin ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di kediamanannya di Bangkalan. Fuad dijerat dengan tiga dakwaan. Pertama, sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2), atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun ditambah denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Kedua, selaku Bupati Bangkalan periode tahun 2003-2008 dan periode 2008-2013 dengan kasus serupa. Ketiga, perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dengan sangkaan pasal 3 UU No 8 tahun 2010 dan Pasal 3 ayat (1) UU No 15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No 25/2003 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP mengenai perbuatan menyamarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Atas pasal dalam dakwaan itu Fuad Amin diancam penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here