SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Pengacara mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, Eggi Sudjana menilai para saksi yang diajukan jaksa penuntut umum KPK di persidangan tak berkwalitas. Pasalnya saksi-saksi itu diperiksa penyidik KPK setelah Sutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam penyusunan APBN Perubahan 2013.

“Logika jaksa penuntut umum tak bisa diabaikan karena dalam undang-undang KPK landasannya KUHAP, saksi terlebih dahulu diperiksa baru bisa menentukan penetapan tersangka,” kata Eggi dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/5).

Menurutnya, sebagai pengacara dalam konteks penegakan hukum tidak melarang saksi untuk memberikan keterangannya. Namun Eggi merasa heran dengan yang dilakukan oleh KPK yang menetapkan tersangka sebelum memeriksa saksi-saksi. “Harusnya diperiksa dulu saksinya baru ada rangkaian penetapan tersangka. Jangan ini jadi peradilan sesat. Ini pengadilan sesat, KPK sesat, penyidikan sesat,” tegasnya.

Sementara ketua tim jaksa penuntut umum KPK Doddy Sukmono mengatakan, tak ada larangan bagi pihak jaksa untuk menghadirkan saksi di persidangan. Hal ini sesuai dengan pasal 1 ayat 2 KUHAP. “Tak ada yang bisa melarang saksi dalam mendengarkan saksi. Apalagi perkara Sutan ini sudah diuji pada praperadilan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini ketua Majelis Hakim Artha Theresia mengatakan, semua keberatan dari pihak kuasa hukum Sutan sudah disampaikan dalam eksespsinya. Sehingga ke depan, terdakwa bisa menolak atau menanggapi semua keterangan saksi dan bukti yang diajukan di persidangan. “Terdakwa boleh menolak dan keberatan semua dakwaan. Karena kita tak mungkin mundur ke belakang lag,” ujarnya.

Sementara dalam sidang lanjutan ini, pihak penuntut umum menghadirkan 8 orang saksi. Mereka diantaranya adalah, pelatih golf mantan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Deviardi; mantan anggota Komisi VII DPR Tri Yulianto; Tri Kusumalidya mantan sekretaris SKK Migas/Kementerian ESDM; dan Asep Tony mantan supir SKK Migas.

Semula jaksa juga akan menghadirkan. Rudi Rubiandini. Namun gagal karena terhambat masalah koordinasi izin mengeluarkan tahanan antara penuntut umum dengan lapas Sukamiskin, Bandung. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here