SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Energi Watch Indonesia sangat mengapresiasi luar biasa tindakan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan KKriminal (Bareskrim) Polri yang telah dengan berani menggeledah kantor Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu (SKK) Migas dan PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) terkait kasus pencucian uang yang sudah menetapkan DH sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Ini kasus besar yang tidak ringan juga menyangkut kebijakan nasional, dengan demikian kami memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh bagi Bareskrim untuk membuka kasus ini seluas-luasnya. Sinergi antara Bareskrim dan KPK akan sangat kuat untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujar Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean pada media di Jakarta (6/5).

EWI juga mengharapkan agar kasus ini tidak berhenti sampai di DH dan tidak juga berhenti pada kasus TPPI tetapi juga penyidik harus mengembangkan perkara ini hingga ke Kepala BP MIGAS saat itu sehingga mampu menemukan unsur korupsinya agar penuntutan bisa lebih lengkap dan tidak membiarkan siapapun yang terlibat dalam kasus ini bebas.Kasus SKK MIGAS dan TPPI telah merugika negara mencapaii Rp2 triliun.

“Kasus ini juga menyangkut kebijakan nasional yang membutuhkan keputusan tertinggi dari Presiden. Maka dalam kesempatan ini, kami juga menyarankan kepada Bapak Presiden untuk mengeluarkan kebijakan menyita kilang minyak TPPI dan menjadikannya aset nasional,” ujar Ferdinand. Ini sangat penting supaya kasus ini selesai baik sisi hukumnya maupun sisi kebijakannya. Presiden harus berani mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan bagi negara, yaitu mengambil kilang TPPI menjadi aset bangsa.

EWI pun menyatakan dukungannya dalam mengawal proses penegakkan hukum terkait kasus tersebut dan mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh dan konferehensif. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here