SHARE
Foto: hukumonline

Jakarta, GEO ENERGI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Dia ditahan setelah menjalani pemeriksaa sebagai tersangka selama delapan jam.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Jero ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang Jakarta untuk 20 hari ke depan.

“Yang bersangkutan ditahan di Rutan Cipinang untuk 20 hari ke depan,” Priharsa kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (5/5) malam.

Sebelumnya Jero Wacik menjalani pemeriksaan KPK dalam kasus dugaan gratifikasi proyek ESDM sejak 10.50 WIB. Delapan jam kemudian jas hitam yang dikenakannya telah berganti rompi berwarna oranye, seragam tahanan KPK .

Padahal sebelumnya, Jero merasa yakin tak akan ditahan KPK. Dia merasa kooperatif dengan datang ke lembaga antikorupsi pagi tadi. Padahal, sebelumnya, dua kali politisi Partai Demokrat ini tak memenuhi panggilan KPK.

KPK menjerat Jero sebagai tersangka dalam dua kasus. Jero diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2008-2011 dan Menteri ESDM tahun 2011-2013. Pada kasus di Kemenbudpar, dugaan korupsi yang dilakukan Jero terkait penggunaan anggaran untuk memperkaya diri atau orang lain saat masih menjabat sebagai Menbudpar.

KPK menduga kerugian negara yang disebabkan Jero senilai Rp 7 miliar. Selain kasus tersebut, Jero juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan dalam sejumlah kegiatan di Kementerian ESDM pada 3 September 2014 lalu. Ia diduga memeras untuk memperbesar dana operasional menteri (DOM).

Ada tiga modus korupsi yang diduga digunakan Jero. Modus-modus itu yakni, menghimpun pendapatan dari biaya pengadaan yang dianggarkan Kementerian ESDM, meminta pengumpulan dana dari rekanan untuk program-program tertentu, dan menganggarkan kegiatan rapat rutin yang ternyata fiktif.

Tindakan itu ia lakukan di duga lantaran DOM di kementerian ESDM lebih kecil ketimbang di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) tempat ia pernah bertugas. Jero kemudian dijerat pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 jo pasal 421 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here