SHARE
Foto: Geo Energi/Ardi

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam acara seminar yang diadakan oleh Indonesia Energy Institute di Ballroom Hotel JW Marriot, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dengan tajuk Strategi Eksplorasi: Menyiasati Dinamika Harga Minyak Bumi, Widhyawan Prawiraatmadja selaku Kepala Unit Pengendali Kinerja Kementerian ESDM yang menjadi mewakili Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, Sudirman Said menjelaskan cara yang mestinya penting untuk diimplementasikan guna menyiasati perkembangan harga minyak bumi yang fluktuatif.

“Saya 30 tahun di Sektor Migas, yang hanya turun sampai 50%, itu sudah 5 kali dalam kurun waktu 30 tahun. Hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang baru. Dan kemudian harga terus naik. Inikan berarti ada cycle,” jelas Widhyawan, Selasa (5/5).

Di waktu yang bersamaan pun, Haposan Napitupulu juga mengatakan bahwa 90% produksi oil di Indonesia baru dari lapangan tua, sehingga masih memiliki potensi besar untuk beberapa tahun ke depan. “Masa depan gas sampai tahun 2020 cukup bagus. Namun, harga minyak mulai menurun. Produksi berkurang, pengurasan lebih besar daripada penurunan,” ujarnya.

Oleh sebab gejolak tersebut, sontak membuat Widhyawan Prawiraatmadja dorong Total E&P Indonesie untuk bersinergi dengan PT Pertamina Persero. “Kok ga bantu Pertamina supaya di mereka saja. Toh orangnya kita-kita juga, orang Indonesia juga. Mash ngotot banget gitu untuk tetap mempertahankan, bukannya membantu untuk memfasilitasi supaya transisinya jauh lebih survive. Justru malah bilang we are dare,” tegasnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here