SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Sudah menjadi hal yang lumrah apabila perusahaan-perusahaan minyak mengurangi kegiatan operasinya, yang sontak memengaruhi penurunan target lifting minyak tahun depan. Pun dengan SKK Migas yang dinilai tidak memiliki kuasa menyengkelit pengusaha minyak untuk mempertahankan investasi. Atau katakan saja bahwa saat harga minyak dunia sedang jatuh, perusahaan-perusahaan minyak di dunia juga pasti akan mengurangi kegiatan dan investasinya. Dengan demikian, perusahaan minyak tersebut hanya akan berupaya untuk mempertahankan produksinya.

“Banyak macam yang menentukan harga minyak. Sehingga tidak ada satu konsultan pun yang akan mengetahui harga minyak. Mungkin, hanya Tuhan yang tahu,” ucap Haposan Napitupulu selaku Penasihat Ahli Kepala SKK Migas dalam acara Seminar Nasional Strategi Eksplorasi Menyiasati Dinamika Harga Minyak Bumi di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (5/5).

Beliau juga menambahkan, kendati terus merosot harga minyak dunia, sesungguhnya tidak serta-merta menurunkan harga jasa (alat-alat pengembangan) lainnya. Sehingga, masa depan gas sampai tahun 2020, masih bagus. “Kita juga bisa meningkatkan recovery factor 10%. Supaya dapat memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, apabila ada suatu hal yang bisa membuat harga minyak dunia kembali melonjak, pasti ada kemungkinan kegiatan operasi dan investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak akan bertambah. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here