SHARE
Foto: Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Selepas kemarin melakukan penggeledahan di Kantor SKK Migas, Jalan Gatot Subroto, Jakarta yang dilakukan oleh Tim Bareskrim Mabes Polri. Saat ini tersemat seorang tersangka yang merupakan bekas pejabat BPH Migas (kini SKK Migas) dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) dengan membawa barang bukti berupa beberapa kotak yang berisikan dokumen.

“Pemeriksaan dari pukul 4 sore di Kantor SKK Migas. Pihak mereka (SKK Migas) juga sangat membantu. Kami membawa tiga boks barang bukti. Semua ada di dalam lima lembar berkas acara,” kata Direktur Tipid Eksus Brigjen Victor Edy Simanjuntak, Rabu (6/6)

Beliau juga mengatakan bahwa perkara tersebut mulai diusut sejak bulan Januari 2015 kemarin, yang kebetulan Polri mendapat angin segar, sebab memperoleh Kapolri dan Wakapolri yang mendorong guna melakukan penyidikan korupsi. Dugaan korupsi yang bermula di mana PT TPPI menjual kondesat yang merupakan aset negara, namun uang hasil penjualannya tidak masuk ke kas negara. “Ini terkait penjualan (minyak mentah) kondesat 2008-2011. Barangnya dijual, tapi tidak diberikan ke pemilik barang dan kontrak tetap dilanjutkan. Sehingga kerugian terus bertambah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan untuk mencari dokumen dan penelusuran aliran dana penjualan kondesat yang merugikan negara hingga mencapai USD156 juta itu atau setara dengan Rp. 2 triliun.

“Dalam kasus ini kita baru ada satu orang yang masuk ke dalam surat perintah penyidikan, yakni inisial DH dari SKK Migas,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here