SHARE
Foto: Waspada

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik merasa dirinya kooperatif terhadap pemeriksaan KPK. Sehingga dia tak pantas untuk ditahan dalam pemeriksaan perdana pasca gugatan praperadilannya ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, seorang tersangka yang musti ditahan antara lain adalah tidak kooperatif, menghilangkan barang bukti, melarikan diri serta mengulangi perbuatannya.

“Maka itulah kriteria, kalau empat itu dipenuhi makanya alasannya kuat untuk ditahan,” kata Jero di KPK, Jakarta, Selasa (5/5).

Dia mengklaim selama ini selalu koopertif, tidak pernah melakukan upaya penghilangan barang bukti, dan punya upaya melarikan diri. “Saya memenuhi kriteria itu, gak melarikan diri, tidak akan menghilangan barbuk,” ujar Jero.

Sebelumnya Jero Wacik dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi saat menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2008-2011. Dia juga mangkir dari panggilan KPK terkait dugaan pemerasan sewaktu menjabat Menterian ESDM tahun 2011-2013.

Diketahui, pada Rabu, (3/9) tahun lalu, KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Dia diduga berhasil mengantongi Rp 9,9 miliar. Uang itu dikumpulkan sejak Jero menjabat Menteri ESDM.

Dalam perkembangannya, KPK kembali menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Jero selaku Menteri diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau penyalahgunaan wewenang terkait anggaran di Kemenbudpar sehingga diduga merugikan negara hingga sekira Rp 7 miliar. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here