SHARE
Foto: Geo Energi/Gadih

Jakarta, GEO ENERGI – Dukungan pemerintah dalam industri dalam negeri dengan pembentukan lembaga pembiayaan khusus bidang industri, seperti yang diamanatkan oleh UU No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, seharusnya disertai dengan pembuat road map pembangunan dalam negeri.

“Pemerintah sudah seharusnya memiliki road map untuk pembangunan. Dengan adanya road map tersebut maka seluruh pembangunan industri di Indonesia lebih terencana dan sistematis. Harus fokus. Nantinya lembaga pembiayaan khusus industri akan terbantu dalam menyediakan dana,” ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P Roeslani saat Seminar Nasional Pembiayaan Investasi di Bidang Industri di Hotel Bidakara, Jakarta (5/5).

Sudah seharusnya pemerintah mencontoh negara-negara Asia seperti Jepang, Cina da Korea Selatan yang industrinya sangat tersusun mengikuti road map yang mereka buat untuk jangka waktu puluhan tahun.

“Masing-masing negara tersebut memiliki badan pembiayaannya sendiri, dalam bentuk bank khusus investasi pembangunan,” jelas Rosan.

Rosan menjelaskan UU No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian mengamanatkan pengembangan sumber daya manusia, pemanfaat sumber daya alam, pemanfaatan teknologi industri, pengembangan kreasi dan inovasi, serta ketersediaan pembiayaan di bidang industri.

Pembiayaan industri di Indonesia selama ini berasal dari bank umum. Menurut Rosan perbankan telah memberi bantuan biaya yang signifikan, hingga Rp 690.5 triliun. Akan tetapi suku bunga yang diberikan oleh bank-bank tersebut masih sangat besar. Suku bunga di Indonesia mencapai 12%, sangat besar bila dibandingkan oleh Thailand 6.5%, Filipina 5.5%, Malaysia 4.5% dan Korea Selatan 4.2%. Dengan tingginya suku bunga, industri Indonesia masih tergantung pada bantuan asing. Maka dari itulah dibutuhkan alternatif sumber pembiayaan industri.

Ketersediaan lembaga pembiayaan khusus industri nantinya akan diprioritaskan untuk industri yang memiliki daya saing dalam negeri dan untuk investasi di bidang industri baru. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here