SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Seiring dengan keluarnya UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan lembaga penyedia dana untuk industri dipercepat. Diharapkan lembaga tersebut dapat menggantikan peran bank umum yang selama ini menjadi sumber biaya investasi dan modal usaha di bidang industri dalam negeri.

“Selama ini pemberi biaya industri masih dari bank umum. Sayangnya suku bunga yang diajukan bank di Indonesia mencapai 12%, tinggi sekali. Dengan jangka waktu yang singkat pula, hanya setahun, padahal untuk investasi di industri dibutuhkan pembiayaan sampai 6 atau 7 tahun,” jelas Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Sudirman M Rusdi pada pidato sambutan di Seminar Nasional Pembiayaan Investasi di Bidang Industri di Hotel Bidakara, Jakarta (5/5).

Menurut Sudirman, dengan pembiayaan yang berasal dari bank umum selama ini, perkembangan industri di Indonesia malah terhambat. Maka dari itu dibutuhkan lembaga pemodal lainnya.

UU No. 3 Tahun 2014 telah mengamanatkan tentang pembuatan lembaga pembiayaan khusus bidang industri yang berfungsi sebagai lembaga pembiayaan investasi di industri. Dengan adanya lembaga ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pelaku usaha akan adanya fasilitas pembiayaan yang kompetitif baik untuknindustri strategis maupun industri antara yang masih belum berkembang di dalam negeri.

Sudirman mengharapkan dukungan pemerintah tersebut dapat mendorong pengembangan dan pembangunan industri hulu yang membutuhkan banyak investasi di awal sehingga muncul kemandirian industri nasional, dengan berhenti bergantung pada impor bahan baku penolong dan bahan modal dari asing.

Kadin mengadakan seminar nasional untuk turut berkontribusi dalam persiapan rancangan undang-undang (RUU) pembentukan lembaga pembiayaan khusus sektor industri. Seminar tersebut mengundang kementerian perindustrian, kementerian keuangan, OJK, BAPPENAS, BAPPEDA dan akademisi.(GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here