SHARE
Foto: Albert/ST

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas besar 5000 megawatt (MW).

” Saya sudah menuliskan rencana tersebut dalam white paper untuk pengembangan PLTN tahun 2025, namun bisa juga paling cepat tahun 2024,” ungkap Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana melalui laman resminya di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Dia menjelaskan, dari sembilan belas persyaratan kesiapan infrastruktur yang sesuai dengan standar International Atomic Energy Agency (IAEA), hanya dua persyaratan yang belum dipenuhi.

” Pertama political will yang harus di announce oleh pimpinan tertinggi, kalau diberi instruksi now go nuklir, kita langsung bergerak,” kata Rida.

Menurut dia, pemanfaatan energi nuklir, khususnya reaktor nuklir untuk pembangkit listrik merupakan salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang harus diwujudkan.

” Pengoperasian reaktor riset di Bandung sejak tahun 1965, dan di Yogyakarta sejak tahun 1979 telah berjalan dengan baik sampai sekarang,” tambahnya.

Rida mengungkapkan dengan posisi Indonesia yang masuk dalam daftar sepuluh besar terbesar jumlah penduduknya, hanya Indonesia yang hingga saat ini belum mengembangkan PLTN.

” Indonesia jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia, tapi belum punya PLTN, yang lain sudah. Ini tantangan, tidak perlu tabu, pro kontra pasti ada, mari kita duduk bersama, kalau semua untuk rakyat pasti bisa,” pungkasnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here