SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Rencana Pemerintah dalam menargetkan pencapaian swasembada produksi kilang BBM dalam negeri yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri pada tahun 2025 dikatakan Kurtubi, Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem sangat didukung oleh pihak DPR Khususnya Komisi VII DPR RI.

Menurut Kurtubi, pemerintah harus mempercepat proyek-proyek kilang pengolahan untuk menuju swasembada produksi BBM, karena semakin lama ketergantungan impor Indonesia akan semakin besar.

“Proyek seperti residual fluid catalytic cracking (RFCC) di kilang Cilacap, Jawa Tengah harus diperbanyak dan dipercepat sehingga bisa mengurangi impor BBM. Ketergantungan impor BBM ini membahayakan ketahanan energi kita,” kata Kurtubi, Selasa (05/05).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, RFCC Cilacap yang dibangun PT Pertamina (Persero) akan mulai beroperasi pada bulan Juni 2015. Proyek ini disebut-sebut merupakan tahapan menuju kedaulatan energi karena akan mengorangi impor BBM.

RFCC Kilang Cilacap berkapasitas 62.000 barel per hari dengan produksi antara lain dua juta kiloliter bensin per tahun, elpiji 352 ribu ton per tahun, dan propilen 142 ribu ton per tahun. Unit RFCC itu juga meningkatkan kapasitas pencampuran bensin oktan 92, mengurangi impor komponen bahan bakar oktan tinggi (import high octane mogas component/ HOMC), dan meningkatkan margin kilang.

Kurtubi pun mengusulkan, lokasi pembangunan kilang baru ditetapkan secara menyebar di seluruh Indonesia.

“Kilang baru bisa dibangun di NTB, Sulawesi, dan jatim. Dengan lokasi kilang yang menyebar, maka jangkauan distribusi ke konsumen akan semakin pendek, sehingga semakin efisien,” tandasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here