SHARE
Foto: Gadih/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu menuntut pemerintahan tidak menjadikan BUMN sebagai bancakan bagi pendukung Jokowi-JK dalam Pilpres lalu.

“BUMN jangan dijadikan bancakan untuk pendukung-pendukung Jokowi pada Pilpres lalu,” kata Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono saat peringatan hari buruh (May Day) di Jakarta, Jumat (1/5).

Arief menilai, semester pertama pemerintahan Jokowi-JK hanya mementingkan kelompok atau kroni-kroninya. Padahal mereka tidak punya kompentensi yang mumpun. Ia juga belum melihat satupun kebijakan Jokowi yang berdampak pada kenyamanan kaum buruh.

“Pemerintah telah menjadikan BUMN sebagai bancakan baru dengan cara instan, yaitu menempatkan mantan tim suskes Jokowi di posisi-posisi penting BUMN,” papar Arief.

Selain itu, lanjut Arief, ada gelagat pemerintah berencana untuk melakukan obral murah BUMN dengan alasan Right Isuue, privatisasi untuk cari modal serta pengunaan dana APBN yang seharusnya untuk biaya susbsidi BBM.

“Perlu dicatat selama Rini Sumarno menjabat sebagai Meneg BUMN, harga saham BUMN yang sudah go public jatuh seperti harga saham-saham Bank BUMN yang berjatuhan,” pungkas Arief. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here