SHARE
Foto: Geo Energi/Yas

Jakarta, GEO ENERGI – Kondisi pasar batubara yang sulit sepanjang tahun 2014 menyebabkan berlanjutnya tekanan pada bisnis PT Indika Energy yang selama ini cukup teguh di sektor batubara. Sebagian besar anak perusahaan dan perusahaan asosiasi menunjukkan kinerja yang lebih rendah, walaupun tetap memberikan kontribusi positif.

Menghadapi hal itu, Wisnu Wardhana Direktur Utama PT Indika Energy mengatakan perusahaan yang dipimpinnya tersebut terus melakukan efisiensi biaya, mengoptimalkan struktur biaya, melakukan pencadangan dana, memperketat belanja modal, meningkatkan usaha non-batubara dalam portofolio bisnisnya, serta rasionalisasi kegiatan operasional yang rentan terhadap perubahan drastis harga batubara.

“Upaya-upaya tersebut berhasil menurunkan biaya operasional konsolidasian sebesar US$22,4 juta menjadi US$132,1 juta pada tahun 2014. Bagaimanapun keadaan batubara dunia saat ini kita lihat bisnis batubara masih menjadi komoditi utama kebutuhan masyarakat. Kami akan tetap mengatur strategi untuk menghadapi harga yang semenjak 2011 silam menukik turun,” ujar Wisnu dalam Paparan Publik RUPSLBT (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahunan)PT Indika Energy di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (29/04).

Para pemegang saham perusahaan energi terpadu PT Indika Energy Tbk. (“Perseroan”), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 29 April 2015 di Jakarta, diantaranya memutuskan menerima Laporan Tahunan 2014, mengesahkan Laporan Keuangan Tahun 2014 dan memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan tahun 2014, serta menyetujui perubahan sususan Dewan Komisaris.

Di antara perusahaan dalam Grup Indika Energy, produsen batubara Kideco Jaya Agung mengalami dampak langsung turunnya harga batubara. Kontraktor batubara Petrosea juga menghadapi tantangan berat seiring upaya para klien kontrak pertambangan dalam menekan struktur biaya. Di sisi lain, perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC) Tripatra mengerjakan proyek-proyek besar di tahun 2014 diantaranya proyek Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, proyek ENI Muara Bakau, dan proyek ExxonMobil Cepu. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here