SHARE
Direktur Utama Pertamina, Dwi Sucipto

Jakarta, GEO ENERGI – PT Pertamina (Persero) berhasil mencatat laba bersih pada kuartal I 2015 sebesar US$ 28 juta.

‎Direktur Utama (Dirut) Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, keuntungan yang diraih sebenarnya hanya bulan Maret. Sehingga kerugian pada Januari – Februari dapat tertutupi.

” Alhamdulillah sampai dengan Maret kita mendapat US$ 28 juta. Sedangkan pada Maret tahun ini (2015) labanya US$ 240 juta. sehingga dapat menutupi kerugian ,” kata Dwi usai melakukan rapat kinerja di kantor Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Dwi menuturkan, Perusahaan minyak dan gas (Migas) yang di pimpinnya itu harus lebih efisien agar kerugian tidak terulang lagi, terutama pada kuartal ke II tahun ini.

” Kami akan terus berjuang supaya kerugian karena PSO tidak berdampak pada perusahaan,” jelasnya.

‎Dwi melanjutkan, penyebab utama kerugian yang di alami Pertamina pada Januari-Februari Kuartal I 2015, yakni aspek inventory dan aspek harga jual.

” Dari aspek inventory dimana kita beli minyak dalam harga yang mahal lalu kita proses dan kita jual lebih murah. Kedua, aspek harga jual, dimana pemerintah sangat konsen dengan daya beli masyarakat, sehingga ditetapkan harga jual oleh pemerintah yang tidak sepenuhnya harga keekonomisan atau harga pasar,” tegas Dwi.

Walau begitu, kata Dwi, Pertamina akan meningkatkan laba penjualan pada tahun ini, yakni sebesar 15 persen. Dimana tahun lalu (2014) laba yang diperoleh sebesar US$ 1,5 miliar.

” Ya harus dikejar. Dari mana? Ya tentu saja dari optimalisasi operasi, efisiensi dan lain sebagainya,” tutup mantan dirut Semen Indonesia ini.

Untuk diketahui, Periode Januari-Februari 2015, BUMN energi terbarukan ini membukukan kerugian bersih sebesar US$ 212,3 juta. Kerugian ini disebabkan turunnya bisnis hilir sebesar US$ 368 juta.

Jika dilihat dari RKAP Januari-Februari, Pertamina mencatat laba sebesar US$ 280 juta. Sedangkan RKAP laba 2015 sebesar US$ 1,731 miliar. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here